Showing posts with label ayam. Show all posts
Showing posts with label ayam. Show all posts

Wednesday, 24 June 2015

Cara Menetaskan Telur Bebek Dengan Cepat dan Benar

Pada Kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi bagi sobat semuanya mengenai Cara Menetaskan Telur Bebek. Perhatikan informasi yang kami sampaikan dibawah ini sebagai pengetahuan anda semua dalam berbudidaya. Semoga dapat bermanfaat dan sebagai motivasi untuk anda dalam berusaha.


Cara Menetaskan Telur Bebek Dengan Cepat dan Benar

Masih banyak anggapan dari masyarakat kita terutama para pembeli mesin penetas telur yang menyimpulkan bahwa semua telur bisa ditetaskan. Tidak peduli telur tersebut dibeli dari kandang langsung, bakul jamu gendong, toko peracangan, atau pasar. Anggapan tersebut tidak semuanya salah, akan tetapi diperlukan usaha pemahaman kepada masyarakat untuk menyatukan pendapat atau persepsi apa sebenarnya dimaksud dengan telur tetas? Memang telur-telur yang dibeli dari tempat tersebut di atas mungkin masih bisa menetas akan tetapi yang menjadi pertanyaan, berapa persentase daya fertilitas atau daya tetas nantinya?.


Telur itik tetas adalah telur yang berasal dari itik betina yang dibuahi (kawin) oleh itik jantan. Banyak cara yang lebih aman untuk mendapatkan telur tetas itik antara lain dengan membeli telur tetas itik dari hasil itik yang digembalakan (angon) atau itik yang dipelihara di dalam kandang (intensif)dengan fasilitas kolam di dalamnya. Itik yang digembalakan biasanya dilengkapi dengan pejantan sehingga di sela-sela waktu penggembalaan itik jantan akan mengawini itik-itik betina yang sedang birahi. Oleh karena itu biasanya telur itik gembalaan mempunyai tingkat fertilitas yang tinggi. Salah satu ciri telur tetas itik dari hasil penggembalaan (angonan) adalah kulit atau kerabang telur relatif lebih kotor daripada telur itik hasil pemeliharaan terkurung (kandang).Telur tetas itik mempunyai syarat sebagai berikut :
Berasal dari hasil perkawinan induk jantan dan betina dengan imbangan sex ratio (1:6-8 ekor)
Berat telur = 60 gram
Berasal dari induk yang berumur lebih dari 9 bulan
Lama penyimpanan telur tidak lebih dari 5 hari
Kerabang telur tidak terlalu tebal atau tipis
Kalau kita merenungkan fakta penciptaan makhluk di bumi ini pasti semua ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil tidak terkecuali itik. Itik diciptakan sebagai ternak unggas air yang mempunyai tingkat produktifitas telur tergolong tinggi yaitu sekitar  200-250 butir/ekor/tahun. Di balik keunggulannya tersebut terdapat juga sisi kekurangannya yaitu itik tidak mempunyai sifat mengerami telurnya sebagaimana unggas-unggas lainnya. Oleh karenanya dalam mengembangbiakkannya perlu cara tersendiri yaitu dengan menetaskan telurnya. Ada beberapa cara untuk menetaskan telur itik, antara lain :

Cara Menetaskan Telur Bebek Dengan bantuan induk ayam kampong


Caranya adalah dengan mengganti telur ayam kampung yang sedang dierami dengan telur itik. Seekor induk ayam kampung mampu mengerami telur itik sampai 15-20 butir tergantung besar-kecilnya induk dan tempat bersarang. Lama pengeraman berlangsung selama 28 hari dan Jangan ada anggapan bahwa telur akan dierami selama 21 sebagaimana telur ayam. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kita membuat stress ayam dengan usaha kita mengganti telurnya.


Menetaskan telur itik dengan bantuan induk enthok sudah lama dilakukan masyarakat kita. Yang perlu mendapat perhatian adalah enthok mempunyai sifat ngambek kalau telur yang dikeluarkannya di ambil. Maka caranya adalah setiap hari kita harus mengganti telur enthok yang dikeluarkan oleh itik dengan telur-telur  itik sampai dengan telur terakhir yang dikeluarkan enthok. Kemudian, bagaimana dengan telur enthoknya sendiri? Salah satu alternative adalah anda bisa menjualnya, toh bakul jamu gendong atau keliling juga pada minat pada telur enthok dan pada sebagian penikmat jamu telur enthok diyakini mempunyai kasiat lebih terutama untuk menjaga vitalitas tubuh.


Penetasan telur itik dengan menggunakan mesin penetas telur pada umumnya lebih mudah karena biasanya tata cara pengoperasian mesin tetas dan cara menetaskan sudah ada. Buku panduan pengoperasian mesin dan tata cara singkat menetaskan telur biasanya ada kalau anda membeli mesin penetas telur. Tata cara menetaskan telur itik berbeda sedikit dengan menetaskan telur ayam terutama dalam hal kelembaban (%). Kelembaban yang dibutuhkan untuk menetaskan telur itik lebih tinggi sekitar 5-10% daripada telur ayam. Banyak pilihan mesin penetas telur yang di tawarkan, ada yang memakai sumber panas dari lampu minyak tanah, bohlam (lampu dop), kawat nikelin, atau memakai pemanas elemen megic  jar.

Menghitung kebutuhan telur tetas


Sebelum anda memulai menetaskan telur itik, anda bisa memperkirakan berapa anak itik yang nantinya saya butuhkan. Untuk membantu anda memenuhi target keinginan anda tersebut ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:

Ratio kelamin DOD yang menetas nantinya rata-rata 50:50
Persentase menetas yang baik adalah 80%
Dengan demikian kalau kita menginginkan DOD yang menetas dengan jumlah kelamin betina 50 ekor, maka setidaknya kita membeli telur tetasnya sekitar 200 butir. Bagaimana perhitungannya?

Anggaplah dari telur yang kita beli tersebut daya fertilitasnya 70%, maka telur yang layak untuk ditetaskan sebanyak 140 butir. Kalau daya tetasnya bisa mencapai 80%, maka kita akan mendapatkan jumlah DOD yang menetas sekitar (80%x140 butir)=112 ekor. Setelah dilakukan seleksi dan culling diperkirakan jumlahnya ada sekitar 10-15% DOD yang tidak layak jual/pelihara. Sehingga hasil akhir yang kita dapatkan adalah 95-101 ekor DOD yang layak dijual atau dipelihara. Sehingga dari jumlah tersebut kalau sex ratio DOD yang menetas adalah 50:50 maka akan didapatkan jumlah DOD betina sekitar 42-50 ekor.

Ada catatan tersendiri untuk penetas pemula bahwa perhitungan di atas berlaku untuk penetas yang sudah mahir atau berpengalaman. Kalau anda adalah seorang yang baru belajar menetaskan atau anggaplah penetas pemula maka cukup menggunakan hitungan angka daya tetas 40% saja. Sambil terus praktek dan mengambil pelajaran dari penetasan sebelumnya insyaallah anda akan bisa mencapai angka daya tetas yang tinggi kelak dikemudian hari. Menetaskan telur adalah suatu ketrampilan bukan ilmu turunan, maka siapa saja insyaallah bisa menetaskan telur dengan baik. Yang terpenting adalah ada kemauan untuk terus belajar serta tumbuhkan sikap optimis terhadap segala hal yang akan kita kerjakan dan tak lupa untuk berdo'a agar usaha kita mendapat keberkahan dan mencapai kesuksesan.

telah kami sertkan juga info yang lainya untuk anda simak yaitu Cara Ternak Ayam Dengan Rendah Lemak dan Tips Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung untuk informasi tambahan sobat-sobat dalam melakukan usahanya. selamat mencoba dan salam sukses dari kami.

Cara Ternak Ayam Dengan Rendah Lemak

Informasi yang banyak sangat membantu bagi kita untuk melancarkan usaha yang sedang kita tekuni. Berikut ini kam memberikan informasi mengenai Ternak Ayam untuk anda semuanya. Dengan menyimak apa yang kami berikan semoga dapat sedikit membantu apa yang sobat sedang butuhkan. Simak baik-baik informasi di bawah ini.

Potensi Ternak Ayam Rendah Lemak  - Para peternak kini dapat menghasilkan ayam rendah lemak, syaratnya mereka mesti menambahkan daun katuk dan probiotik. itu bedasarkan riset Muhammad Daud dari Jurusan Produksi Ternak Universitas Abulyatama, Aceh, Wiranda G. Piliang dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Pakan, Institut Pertanian Bogor. Pemberian 0,2% probiotik Bacillus spp dan 0,5% daun katuk dalam ransum ayam berumur enam pekan menurunkan kadar lemak di paha rata-rata 2,62% dan hati 6,55% kadar kolesterol di dada, paha dan hati juga turun masing-masing 0,18 mg, 0,60 mg dan 0,72 mg per g. daun katuk media tumbuh Bacillus spp. Bakteri berbentuk batang itu menyediakan dan mengatur enzim yang mampu mencerna lemak dan menurunkan kadar kolesterol.

Cara Ternak Ayam Dengan Rendah Lemak

Potensi Beternak Ayam Organik

=>  21 Hari Sudah Bisa Panen Ayam Broiler
=>  Umur 6 Bulan Ayam Kampung Bisa Bertelur

Dikutip dari blognya mas maman tentang rusman alumni dari IPB tentang potensi dan keuntungan ternak ayam organik. Seiring dengan gaya hidup dan kesadaran masyarakat akan hidup sehat membuat semua berbau organik, buah organic, beras organik semakin diburu. Begitu juga dengan ayam organik (broiler) atau ayam petelur (kampong) sama-sama bisa dapat untung besar. Apalagi belum banyak peternak yang terjun ke ayam organik kian memperbesar ceruk bisnisnya. Seperti apa ulasannya ?

Kesadaran akan hidup sehat membuat sebagian orang menjaga pola makan. Saat ini menjadi pilihan tepat adalah mengkonsumsi segala sesuatu yang serba organik. Salah satunya adalah ayam alami atau kerap disebut ayam organik. Ayam organik ini sudah lama di kenal di Taiwan, tetapi menurut Sumiati, Dosen Ilmu Nutrisi Unggas Fakultas Peternakan IPB, di Indonesia sendiri belum ada peternakan organik murni. Pasalnya syarat untuk menjadi peternak organik harus terpenuhi mulai teknik budidaya, penggunaan pakan organik, tanpa obat-obatan/antibiotik/suplemen dan pakan pabrik, serta air yang digunakan untuk minum juga terjamin kebersihannya. Selain itu juga sebelum menyebut sebagai peternak organik, harus telah terbentuk sistem integrated farming yakni, semua yang terkait pembudidayaan tanaman (jagung, kedelai) ikan atau hasil laut (kerang) sebagai bahan baku pakan harus dipastikan organik.

Sampai saat ini masih belum ada ayam organik di Indonesia, yang ada hanya sebatas ayam herbal atau ayam probiotik, papar Sumiati. Namun apa daya persepsi yang berkembang di masyarakat ayam tersebut di kenal dengan nama ayam organik. Yang dimaksud dengan ayam probiotik/herbal adalah ayam yang diperlihara dengan memberikan tambahan ramuan atau jamu dan bakteri baik/probiotik dalam air minum. Sedangkan untuk pakan bisa di campur sendiri atau membeli pakan komplit (siap pakai) dari pabrik pakan yang tidak terjamin keorganikannya. Karena pakan pabrik tersebut biasanya telah di campur antibiotik dan bahan suplemen yang memacu pertumbuhan. Apalagi sampai saat ini bahan baku pakan sebagian besar masih diimpor dari beberapa Negara, misal saja jagung dan bungkil kedelai dari Amerika dan Brasil.

Cara Ternak Ayam Dengan Rendah Lemak

Herbal/Jamur untuk Ayam

Adapun ramuan atau jamu yang biasa digunakan oleh peternak ayam herbal/probiotik adalah rempah-rempah yang melimpah di Indonesia. Misal saja jahe, kunyit, lengkuas, jinten, mahkota dewa, mengkudu. Bahan herbal tersebut dihancurkan, lalu dicampurkan dengan air minum ayam. Penggunaan bahan herbal tersebut ternyata mampu meningkatkan optimalitas penyerapan pakan serta peningkatan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Selain rempah-rempah ayam juga masih diberi probiotik yang merupakan bakteri baik untuk melancarkan sistem pencernaan (lactobacillus), sehingga vitamin dan mineral dapat dengan baik di serap oleh tubuh ayam. Probiotik ini bisa dicampurkan dalam air minum beserta jamu/herbal. Biasanya di akhir masa panen, ayam yang diberi herbal tersebut selain memiliki daya tahan tubuh yang baik, daging yang dihasilkan pun tak bau amis, rendah lemak sehingga baik dan aman dikonsumsi. Tak ayal ayam ini semakin banyak diminati masyarakat yang sangat peduli pada kesehatan, dan memiliki back to nature dengan makanan organik.

Sementara ini, ayam yang paling cocok untuk dijadikan ayam organik adalah ayam kampung, pasalnya ayam kampung memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dan pakannya lebih sedikit. Berbeda dengan ayam broiler, yang memiliki pertumbuhan cepat ini memerlukan pakan yang juga memacu pertumbuhan, sehingga masih sulit jika tidak menggunakan pakan barikan yang notabene telah di campur antibiotik/suplemen sehingga pertumbuhan badan ayam akan lebih cepat.

Setelah banyak di budidayakan ayam herbal atau ayam probiotik, boleh dibilang usaha peternakan sudah mulai lebih baik. Apalagi penggunaan herbal ini dapat menggantikan penggunaan obat-obatan pabrik, paling tidak pemakaian obat produksi pabrikan semakin bisa dikurangi. Keuntungan lain yang bisa diterima oleh peternak adalah nilai jual ayam alami/probiotik atau ayam organik ini lebih tinggi daripada ayam biasa. Biasanya penjual ayam sehat ini dijual hanya di pasar modern atau kepada agen penjual daging dan telur ayam organik.

Harga ayam broiler organik dalam kedaan hidup dengan bobot mencapai 1kg Rp. 14,8 ribu, dan bobot 1,5 kg Rp. 13,3 ribu. Harga-harga ini adalah harga agen, sementara harga ke pedagang retail rata-rata Rp. 22 ribu untuk bobot 1 kg dan Rp. 20 ribu untuk yang berbobot 1,5 kg, sedangkan sampai ke konsumen akhir harga sudah lebih dari Rp. 30 ribu. Sedangkan harga ayam kampong organik bisa mencapai Rp. 35-40 ribu/kg di tingkat petani. Dan harga naik menjadi sekitar 50-65 ribu/kg jika sudah di pasar.

Melihat tingginya harga jual ayam organik, tak salah kiranya James Stefanus, Manager Distribusi dan Marketing PT. Pronic, sebuah perusahaan distributor ayam, mengatakan, bahwa prospek peternakan ayam organik akan mecorong ke depannya. Hal ini dikuatkan oleh data permintaan ayam di Jakarta mencapai 750 ribu ekor/harinya, padahal peternak baru dapat memenuhi permintaan hanya 50% setiap harinya. Belum lagi di kota besar lainnya yang permintaannya juga cukup tinggi.

Pemilihan DOC dan Telur Ayam

Untuk mendapatkan ayam broiler dengan hasil yang bagus dan sehat, menurut Sumiati kuncinya pada pemilihan bibit. Criteria DOC yang bagus adalah standar bobotnya di atas 40 gr, lincah tidak lemah, aktif, tidak pincang, matanya cerah, bulunya sehat mengkilat. Dengan pemberian pakan 3 kali sehari, biasanya ayam broiler dapat di jual dan dipotong pada umur 21 hingga 30 hari. Adapun bobot ayam biasanya 1 kg untuk 21 hari, 1,5 kg untuk usia 27 hari dan 1,7 kg untuk usia 30 hari. Sementara itu presentasi bobot susut ayam alami yang berbobot 1,3-1,7 kg akan turun menjadi 0,8-1 kg karena telah dikurangi bulu, leher dan ceker.

Sementara itu, bagi Anda yang ingin memelihara ayam kampong yang bisa menghasilkan telur dan daging ini ada baiknya memilih daging ini ada baiknya memilih telur yang baik untuk ditetaskan. telur berbentuk normal tidak terlalu lonjong ataupun tidak terlalu bulat, ungkap Pak Eko. Telur yang akan ditetaskan berasal dari pembuahan pejantan. Biasanya saat perkawinan menggunakan 1 ekor pejantan untuk 5-6 ekor betina. Sehingga peternak tak perlu memiliki banyak pejantan. Walhasil, selain itu bisa menghasilkan telur, peternakan ayam kampung ini juga bisa menjual daging dari penjual ayam pejantan. Bukan hanya itu, peternak inipun masih bisa menjual ayam yang berasal dari afkiran. Sehingga kiranya jika orang beranggapan yang dimaksud dengan ayam pedaging hanyalah ayam broiler. Peternak ayam kampong pun juga bisa menjual daging ayam. Menurut Sumiati, ayam petelur kampung baru dapat bertelur pada umur 6 bulan dan produktif sampai 72 minggu (1,5 tahun).

Lokasi Peternakan Ayam Organik

Pada dasarnya ayam dapat diternakan di mana saja, baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Namun yang harus ditekankan adalah lokasi ayam harus agak jauh dari perkampungan, hal ini untuk menghindari masalah social karena bau yang ditimbulkan dari peternakan ayam. Suhu optimum untuk ayam adalah 25oC dengan kelembaban 60-70%. Jika beternak di daerah yang cukup panas, hanya disiasati dengan pengaturan ventilasi pada kandang. Ventilasi yang bagus akan membuat ayam merasa nyaman. Batas suhu kritis untuk ayam 30oC, jika lebih dari itu biasanya ayam akan membutuhkan banyak minum dan malas makan, sehingga pertumbuhan ayam pun tidak optimal.

Untuk ayam broiler memerlukan luasan kandang yang cukup untuk bergerak, agar ayam tidak stress dan jenuh, sehingga maksimal untuk satu kandang 1000 ekor dengan luas kandang 600 meter atau 60x10 meter. Jika kandang langsung beralaskan tanah, sebaiknya alas kandang ditaburi dengan sekam. Hal ini bertujuan agar ayam tak langsung kontak dengan tanah, selain menghindari penyakit dari tanah, sekam juga dapat meredam bau amoniak yang dikeluarkan dari kotoran ayam. Sedangkan untuk kandang panggung bisa menggunakan sekam ataun tidak tergantung kebutuhan. Kandang bisa dibuat dari bilah-bilah bambu. Agar malam hari ayam tak kedinginan ada baiknya kandang diselimuti dengan plastik sehingga angin tak langsung masuk kandang dengan tinggi sesuai dengan tinggi ayam. Yang paling bagus 1 tempat makan atau satu tempat minum hanya dipakai untuk 5 ekor ayam.

jangan lupa untuk membaca juga Tips Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung dan Teknik Budidaya Ikan Bawal dan Cara Pembesaran Ikan Bawal sebagai tambahan info dan pengetahuan bagi anda semuanya dalam berbudidaya, semoga dapat membantu sobat semua, salam sukses dari kami untuk anda semuanya.

Tuesday, 23 June 2015

Tips Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung

Informasi yang banyak sangat membantu bagi kita untuk melancarkan usaha yang sedang kita tekuni. Berikut ini kam memberikan informasi mengenai Produksi Telur Ayam Kampung untuk anda semuanya. Dengan menyimak apa yang kami berikan semoga dapat sedikit membantu apa yang sobat sedang butuhkan. Simak baik-baik informasi di bawah ini.

Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung - Telur ayam kampung banyak sekali kandungan gizi yang bisa dikonsumsi setiap hari. Produksi telur ayam buras memang tidak setinggi produksi  telur ayam ras, dengan sistem umbaran hanya menghasilkan produksi telur 70 butir/ekor/tahun sedangkan jika dikelola dengan intensif bisa mencapai 140 butir telur/ekor/tahun. Kendala utama dalam pemeliharaan ayam kampung terletak pada produksi telur yang sedikit dan musiman, berbeda halnya dengan budidaya ayam ras petelur yang mampu menghasilkan telur sepanjang tahun. Untuk mengoptimalkan jumlah produksi telur ayam kampung sebaiknya peternaka memahami proses terbentuknya sebuah telur, mulai dari ovulasi hingga bertelur. Kebutuhan nutrisi seekor induk ayam dalam menghasilkan sebuah telur, hal ini pentung diketahui agar kita dapat menyusun komposisi ransum yang tepat untuk indukan ayam kampung.

Tips Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung

Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung

Pada dasarnya protein merupakan penyusun utama sebutir telur, dan untuk cangkang dibutuhkan beberapa mineral terutama calcium. Untuk itu ketika kita ingin meransum pakan untuk induk ayam kampung kedua unsur tersebut harus menjadi perhatian. 

Sumber protein untuk pakan ayam kampung cukup banyak diantaranya: tepung ikan, bungkil kedele dan sedikit dari jagung. Jika kita kesulitan dalam membuat ransum yang tepat ada baiknya kita membaca label komposisi zat makanan yang terletak pada label pembungkus pelet pakan ayam kampung. Disana komposisi zat makanan dicantumkan secara lengkap hingga persentase dalam setiap karungnya.

Sumber mineral atau calcium untuk pakan ayam kampung petelur salah satunya berasal dari tepung tulang, dan juga tepung ikan. Agar lebih praktis mineral ini bisa dibeli di poultryshop harganya cukup murah berkisar Rp. 5000/ Kg. Pemberian mineral untuk seekor ayam cukup sekitrar 1% dari berat badan. Dan pemberian pakan protein + larbohidrat sekitar 10% dari berat badan ayam kampung. Jika berat induk ayam anda 1,5 Kg maka pakan utama yang harus diberikan setiap harinya sekitar 150 gram ditambah dengan 15 gram mineral. 

Jika konsep ini telah dipahami secara tepat maka untuk meracik ransum pakan ayam kampung sendiri akan menjadi lebih mudah dan murah. Sebabnya banyak sekali bahan pakan yang dapat kita kombinasikan yang harganya lebih murah. 

Kunci untuk meningkatkan produksi telur ayam kampung terletak pada pemberian pakan yang tepat. Salah satu pakan racikan untuk pengganti pelet dapat anda lihat di sini. Komposisi jantan dan betina dalam satu kandang juga dapat mempengaruhi produksi telur. Untuk lebih optimal sebainya kandang yang digunakan adalah kandang bersekat, dimana setiap sekat maksimal dipelihara 1 ekor jantan dan 5 ekor betina.

Jika kita membuat kandang yang luas dan mengisinya dengan pejantan ayam kampung dan induk dalam jumlah banyak biasanya produksi telur tidak akan optimal. Hal ini karena diantara pejantan ayam kampung akan terjadi persaingan (naluriah hewan jantan), biasanya hanya jantan penguasa saja yang akan dominan melakukan perkawinan. Hal inilah yang sering sekali diperhatikan oleh peternak kita di lapangang. Demikian tulisan singkat dan sederhana ini semoga dapat membantu bapak/ ibu dalam meningkatkan produksi telur ayam kampung yang dijadikan usaha.

Untuk beternak ayam buras secara intensif perlu sekali mengetahui karakteristik ayam buras, yaitu :
  • pertumbuhan badan yang relatif lebih lambat daripada ayam ras.
  • lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
  • mempunyai sifat mengeram yang tinggi
  • rata-rata masa kawin antara 14 hari
  • rata-rata masa bertelur dalam 14 - 21 hari.
  • 21 hari mengerami dan 60 - 90 hari masa mengasuh anak. 
Tips Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung

Kunci utama intensifikasi adalah pemeliharaan yang baik dalam setiap fase kehifupan ayam buras, yaitu :
  1. Fase starter (0 - 5 minggu) disebut juga dengan masa brooding. Pada masa ini yang perlu diperhatikan adalah ketebalan alas kandang minimal 5 - 10 cm, suhu ruangan harus sesuai dengan kebutuhan ayam, yaitu sekitar 35 C, pakan harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan yang cepat dengan kadar protein minimal 23%, bentuk pakan adalah butiran dan area pakan harus menempati 25% dari area brooding. Perlu juga dilakukan seleksi terhadap ayam yang kurang baik, dengan memperhatikan ciri-ciri DOC yang baik yaitu sehat, tubuh normal, berat minimal 30 - 35 gram, bulu kering, tidak lengket, energik dan pusar menutup dengan sempurna. Fase ini sangat menentukan pertumbuhan pada fase berikutnya sehingga benar-benar harus diperhatikan.
  2. Faser grower (5 - 23 minggu). Pada masa ini ayam mencapai usia dara atau pejantan muda. Seleksi dara harus dilakukan untuk menghilangkan ayam betina yang tidak produktif sehingga tidak mengurangi efesiensi pakan. Fase ini kebutuhan nutrisinya juga harus diperhatikan dengan kadar protein 20%.  Ciri-ciri ayam dara yang baik adalah perawakan sehat, licnah, mata cerah, tubuh tidak cacat, bentuk tubuh langsing. Sedangkan ciri-ciri pejantan yang baik adalah perawakan sehat, badan kuat dan tegak agak panajang, tidak cacat, capit urangrapat, paruh bersih, kaki kuat dan kering. Sebagai ukuran keberhasilan fase ini adalah tercapainya beragt badan dan keseragaman yang baik dan mempunyai koefisien variansi berat badan tidak lebih dari 8%.
  3. Fase Produksi (24 minggu sampai afkir). Pada fase ini yang harus diperhatikan adalah bagaimana mencapai produksi telur yang maksimal dan mempertahankannya. Beberapa hal yang harus diperlatikan adalah pemberian pakan yang harus memenuhi kebutuhan nutrisi ayam untuk hidup dan berproduksi maksimal dengan kadar protein sekitar 18%. Rasio antara jantan dan betina dalam satu folk juga harus tepat, yaitu tidak lebih dari 1 pejantan dengan 10 betina, dan optimalnya adalah 1 banding 6. Pada masa ini perlu juga diberikan suplemen nutrisi untuk menjaga kondisi ayam dan menjaga produktivitas telurnya. 
Demikianlah cara-cara untuk mengoptimalkan produksi telur ayam kampung atau buras, telah kami sertkan juga info yang lainya untuk anda simak yaitu Cara Budidaya Jamur Tiram dan Usaha Jamur Tiram Rumah Tangga dan Manfaat Cacing Tanah dan Jenis Cacing Tanah untuk informasi tambahan sobat-sobat dalam melakukan usahanya. selamat mencoba dan salam sukses dari kami.